KENDAL, inspiratifonline.com — Insiden di aliran Sungai Kalibodri kembali menegaskan tingginya risiko aktivitas warga di sungai tanpa pengamanan memadai. Arus air yang kerap berubah menjadi ancaman serius, terutama saat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi.
Peristiwa tersebut terjadi di Dukuh Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Sabtu (7/2/2026) sore.
Tiga warga dilaporkan hanyut saat berada di sungai, dua di antaranya berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang hingga kini belum ditemukan.
Dua korban selamat masing-masing bernama Fitriyanto Bayu Irawan (29) dan Arif Kurniawan (49), warga Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian adalah Muhammad Efendi (35), juga warga Desa Cepiring.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, ketiga korban awalnya menyusuri Sungai Kalibodri dari arah Bendungan Juwero menuju wilayah Cepiring dengan menggunakan pelampung berupa ban dalam mobil.
Namun saat melintas di bawah jembatan rel kereta api Desa Tegorejo, pelampung tersebut kehilangan keseimbangan dan membuat ketiganya tercebur ke sungai.
Derasnya arus sungai menyebabkan satu korban terseret aliran air, sementara dua lainnya berhasil menepi dan menyelamatkan diri.
Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan, pihak kepolisian langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian.
“Kami segera mendatangi lokasi, melakukan pendataan saksi, serta berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait untuk melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan,” ujarnya.
Upaya pencarian melibatkan tim gabungan dari Polsek Pegandon, Polres Kendal, BPBD, tenaga medis Puskesmas Pegandon, serta unsur relawan. Pada Sabtu malam, aparat kepolisian juga menggelar apel konsolidasi untuk menyatukan langkah dan strategi pencarian.
Kapolsek Pegandon AKP Nugroho Agung Purnomo menyampaikan bahwa pencarian korban sementara dihentikan karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan.
“Karena keterbatasan jarak pandang dan demi keselamatan personel, pencarian kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.00 WIB,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, korban atas nama Muhammad Efendi masih belum ditemukan. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berisiko di aliran sungai, terutama saat kondisi arus sulit diprediksi.