KENDAL, kendal.suaramerdeka.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kendal memicu bencana tanah longsor di Desa Trisobo, Kecamatan Boja, pada Selasa (23/12/2025).
Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga rumah warga mengalami kerusakan parah dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Sekretaris Desa Trisobo, Joko Sudrajat, menjelaskan hujan deras mulai mengguyur wilayah desa sejak sekitar pukul 13.00 WIB.
Intensitas hujan yang terus meningkat menyebabkan dinding penahan tanah di kawasan permukiman warga tidak mampu menahan tekanan tanah dan akhirnya roboh sekitar pukul 15.00 WIB.
“Senderan yang berada di atas permukiman warga jebol, sehingga material tanah dan batu langsung longsor dan menimpa rumah-rumah di bawahnya,” ujar Joko saat dikonfirmasi, Sabtu (27/12/2025).
Akibat kejadian tersebut, dinding rumah warga rusak berat, sementara sejumlah perabotan rumah tangga tertimbun material longsoran berupa tanah dan batu. Kondisi cuaca yang masih hujan membuat proses penanganan awal dilakukan secara terbatas.
Menurut Joko, pembersihan material longsor baru bisa dilakukan setelah hujan mereda. Karena kejadian berlangsung hingga malam hari, proses pembersihan kemudian dilanjutkan keesokan harinya dengan melibatkan warga setempat.
“Setelah hujan berhenti, material mulai dibersihkan. Karena sudah malam, pembersihan dilanjutkan pada hari berikutnya,” jelasnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kerusakan cukup signifikan. Tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat, termasuk perabotan di dalamnya.
Total kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 500 juta.Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi rumah warga sekaligus menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami berharap proses pembersihan segera selesai sehingga aktivitas warga bisa kembali normal,” kata Dyah saat berada di lokasi longsor.***
