MengAsukan Diri

Inilah daku,

Irisan hati, segelimang jiwa,

Nan mencoba untuk tetap setia belagu.

Diri ini, kadang “Angkuh!”

Berkalang kepongahan,

Mentraktir penyedap jiwa,

Berpaling jauh dari hampa.

Mungkinkah kasih akan kembali,

Menghambakan mahkota,

Menganggukkan jasmani

MengAsukan diri!

Inilah manifestasi… Si Brengsek ini.

Hanyalah Simbol

Aku mohon pada sodara sebangsa,

Aku maklum atas celotehmu.

Sebuah simbol pelik yang kami peluk,

Berbeda pandang dari apa yang anda tajuk.

Boleh ku beritahu sodara,

Bahwa epos simbol bak pendahulu,

Tak bisa dimakna secara dua mata.

Tak bisa direnungi dengan mata dia,

Perlu diraba dengan hati nan lapang dada.

Simbolis tak kan dimakna,

Tak kan dikerja,

Bila tak tau arti sumurnya.

Jangan menggaruk kepala sodara,

Melakonkan simbol-simbol tak absah,

Bila, Pikiran dan renjana tak bersetubuh.

Biarlah insan mengungkapkannya.

MengAkukan Diri

Simbol-simbolan ini digoreng tak henti,

Di saat media tak lagi meditasi.

Namun, sodara!

Realita seadanya di lembaga gagah itu krisis dana,

Dana relasi, guru muridnya.

Buyung-buyung rapih, dan, Konon katanya…

Rasa sudah tak laku,

Keterlalu-bebasan digetolkan,

Seakan menjadi paling,

Paling-palingan.

Tanpa mengenal mengAsukan,

malah mengAkukan..

Pesat dan Kasatnya

Yang seakan paling bertekno digencarkan,

Kebahagiaan direncanakan,

Hatinya dihamburkan.

Pesatnya omon-omon,

Lema-lema, di ruangnya,

Tetaplah hambar, yang katanya berbineka.

Kasatnya mutiara jiwa,

Di kayangan nan tak bisa diraba,

Tetaplah berusaha menghiasi dan rindu pada manusia.

Guru Culik

Guru?

Apakah masih ada peluk hangat guru?

Di saat dunia mengklaim penghormatan jadi pen-jelantah-an…

Aw, sungguh memukau kata-katanya,

Berkelana dalam pusaran manusia.

Menculik guru sejatinya, Manipulasi, oh, distraksi!

Biografi Penulis

M. Azka Ulin Nuha atau M. A. Ulin Nuha, adalah pria kelahiran Kendal, Jawa Tengah. Sekarang sedang menjalankan studinya di UIN Raden Mas Said, Surakarta.

Berkelindan di Prodi Tadris(Pendidikan) Bahasa Indonesia. Selain itu, ia juga dijuluki Al-Jahilnya di Al-Biruni. Ia pernah menulis puisi yang telah diterbitkan diberbagai media massa seperti Dunia Santri. Co, Majalah Elipsis. Id, Pronesiata, dan Majalah Tebuireng. Id. Puisi-puisinya juga mentereng dalam beberapa buku antologi dan diunggah oleh media Residensi Sastra (Kendal).

Gagasannya pernah terpajang di Kendal.SuaraMerdeka. Resepsinya tertiris di Nisa.co. Ia juga pernah menulis esai yang masuk dalam buku antologi esai hari santri 2024. Ia juga pernah menjadi partisipasi dalam kegiatan menulis cerpen Pelataran Sastra Kaliwungu dan Kendal Cerpen Wedhus Award 2025.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *